Pengunjung Terbanyak Turis Asing

 

PUJI TYAS/JAWA POS
KREATIF: Koordinator Kampung Lawas Maspati Sabar Swastono menunjukkan kaus dan gantungan kunci suvenir khas Maspati.

SURABAYA – Kampung Lawas Maspati masih menjadi jujukan turis untuk belajar sejarah. Bahkan, sekitar 70 persen pengunjung datang dari mancanegara. Per hari, ada tiga hingga sepuluh turis asing yang berkuujuunjung. Mereka berasal dari Amerika, Italia, maupun Singapura.

Koordinator Kampung Lawas Maspati Sabar Swastono menyatakan, warga Surabaya justru jarang berkunjung. ’’Mereka menganggap sudah biasa,’’ katanya. Sementara itu, wisatawan lokal biasanya datang dari Gresik, Lamongan, Bandung, dan Bogor. ’’Sepanjang 2017, ada peningkatan 10 persen daripada tahun sebelumnya,’’ ujarnya.

Kampung Lawas Maspati tak hanya menonjolkan arsitektur masa lalu. Pengelola berusaha memberikan nilai tambah. Misalnya, sajian kuliner lawas berupa serabi dan ubi. Ada pula permainan tradisional yang bisa diikuti pengunjung.

Sabar menyebutkan, omzet usaha kecil dan menengah (UKM) di Kampung Lawas Maspati mencapai Rp 5–6 juta per hari.